Menggagas Kembalinya Teori Pers Pancasila

Pendahuluan

Era reformasi telah membuka kran kebebasan di semua bidang kehidupan, tak terkecuali di bidang pers. Seiring dengan laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pers di Indonesia mengalami perkembangan yang demikian pesat. Di awal reformasi, berbagai stasiun televisi baru bermunculan, demikian juga halnya dengan media cetak, berbagai majalah, koran serta tabloid hampir setiap hari bermunculan. Kebebasan pers yang demikian besar menjadikan pers di Indonesia seakan-akan bergerak maju, tanpa arah. Liberalisasi dan globalisasipun ikut memberi andil bagi pergerakan pers di Indonesia, karena berbagai media cetak serta berbagai stasiun televisi luar negeri bebas masuk dengan leluasa ke Indonesia. Belum lagi masalah distribusi yang dilakukan dengan bebas menjadikan tontonan dan majalah dewasapun bebas dikonsumsi oleh anak-anak. Apakah Indonesia telah menganut Pers Liberal? Pertanyaan tersebut, tidak mudah untuk dijawab. Berbagai fenomena kehidupan masyarakat, kiranya mengindikasikan bahwa negara kita (meskipun perlahan-lahan) memang sedang mengarah menjadi negara liberal. Jika fakta tersebut yang sedang terjadi, tentu sangat disayangkan. Mengingat, cita-cita sebagai negara Liberal, tidak pernah ada di benak founding fathers. Apakah Pers Liberal cocok diterapkan di Indonesia dan sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia?

Pada masa Orde Baru, telah diperkenalkan apa yang disebut dengan Pers Pancasila. Seperti yang tercantum dalam buku yang dirujuk oleh Departemen Penerangan masa itu, Pers Pancasila dijadikan sebagai pedoman bagi perkembangan pers di Indonesia. Pengertian Pers Pancasila tersebut adalah adalah pers yang dalam melaksanakan peranan dan fungsi kemasyarakatannya dalam mendukung sistem nasional memiliki rasa Ketuhanan Yang Maha Esa, berperikemanusiaan yang adil dan beradab, menjunjung tinggi rasa persatuan, berkerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan/perwakilan, serta keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia2.

Seiring dengan bergulirnya waktu, keberadaan pers di Indonesia masa Orde Reformasi saat ini, mulai kehilangan arahan dan pedoman. Mengingat keberadaan Pancasila yang hingga saat ini masih berfungsi sebagai dasar filsafat kehidupan berbangsa dan bernegara, maka tidak ada salahnya jika kita menengok kembali kepada Pancasila untuk mendapatkan pedoman serta arahan bagi perkembangan Pers di Indonesia.

Tulisan ini tidak membahas pers dari sudut pandang komunikasi yang akan memberikan gambaran mengenai peran dan tugas pers dalam sebuah negara. Tulisan secara khusus akan membahas pers Pancasila dengan sudut tinjauan kefilsafatan yang lebih menekankan pada hakikat hubungan pers dengan negara yang tentu saja tetap[ berdasar pada nilai-nilai Pancasila.

Tulisan selengkapnya dapat disimak disini

Hastanti Widy Nugroho
Dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*