Kisah Satpam UGM Antarkan Anak Kuliah Hingga Doktor

Ragam Kajian Pancasila Forums Selamat Datang Dalam Diskusi Pancasila Kisah Satpam UGM Antarkan Anak Kuliah Hingga Doktor

Tagged: ,

This topic contains 0 replies, has 1 voice, and was last updated by  hambalgame 1 month ago.

Viewing 1 post (of 1 total)
  • Author
    Posts
  • #668

    hambalgame
    Participant

    Mengantarkan anak dalam prosesi wisuda adalah satu kebanggaan sendiri untuk orangtua. Pemandangan berlainan berlangsung waktu wisuda pascasarjana Kampus Gajah Mada (UGM) di Graha Sabha Pramana, beberapa waktu terakhir.

    Satu diantara wisudawan, Ratnangtyas Susanti didampingi oleh sang bapak dengan seragam satpam komplit dengan sepatu bot. Sang bapak, Teguh Tuparman adalah satpam UGM yang telah mengabdi sepanjang 33 th..

    “Saya yakin ini memanglah telah rejeki, semuanya telah ditata, ” ucapnya percaya seperti ditulis dari situs UGM, Sabtu (21/4/2018).

    Teguh menceritakan, dulu seringkali mengajak putrinya berpatroli pada akhir minggu. Sambil mengelilingi fakultas untuk fakultas, waktu tersebut terbesit hasratnya satu hari lihat sang anak dapat berkuliah di satu diantara gedung yang sehari-hari ia lalui.

    “Kan saya kerja di tempatnya beberapa orang pandai, jadi saya menginginkan juga anak saya kelak mungkin saja seperti beberapa orang ini, ” kata Teguh.

    Dengan bekal yang diimpikannya barusan, ia mantap mensupport anaknya yang menginginkan meneruskan studi di jurusan Antropologi UGM.

    “Dulu ya mesti korban moril serta materiil, utang sana sini. Tapi saya percaya bila uang itu dipakai untuk hal yang baik kelak juga akan ada penggantinya. Serta kenyataannya hingga saat ini kami dapat hidup cukup, serta empat anak kami semuanya kuliah, ” kenang dia.

    Pergi dari support penuh orangtua serta kemauan pribadi membawa Tyas merampungkan tahap S-1 sepanjang 3 th. 7 bln.. Sampai meneruskan studi di tahap S-2 dua th. lalu, karna Tyas punya mimpi mejadi dosen.

    “Waktu saya kuliah S-1 napak dukung penuh. Walau awalannya saya tidak percaya dapat kuliah, ayah optimis kalau saya dapat kuliah. Tapi saat saya ingin S-2 Ayah tidak dapat membiayai sekali lagi karna adik-adik saya juga masih tetap sekolah semuanya, ” papar Tyas.

    Ia juga berkemauan untuk membiayai sendiri kuliahnya. Beragam pekerjaan sambilan sempat ia jalani untuk mencari pendapatan penambahan, dari mulai bekerja di warung kopi sampai berjualan.

    “Saya masih tetap ingat dahulu seringkali berjualan salak disini (UGM), ” kenangnya.

    Semua usaha keras yang dikerjakan Tyas serta ayahnya membawa hasil. Pada th. 2011, Tyas sukses membawa pulang titel master di bagian pariwisata, lalu ia jadi dosen www yalla shoot com di Kampus Andalas Padang. Tidak hingga di situ, pada 2013 ia pulang ke Jogja untuk meneruskan studi S-3 dengan beasiswa BPPDN Dikti.

    Tyas menunjukkan kalau perjalanan panjang yang ia lewati membuatnya sadar kalau tak ada kata mustahil untuk orang yang mempunyai kemauan tulus serta kesungguhan untuk menimba pengetahuan.

Viewing 1 post (of 1 total)

You must be logged in to reply to this topic.