Etika Keutamaan Dalam Nilai-Nilai Pancasila

Pengantar

Pembahasan mengenai nilai-nilai Pancasila memang tidak ada habisnya. Sebagai dasar negara dan dasar falsafah hidup berbangsa dan bernegara, nilai-nilai Pancasila merupakan sesuatu hal yang sudah baku, tidak dapat diubah-ubah. Namun demikian, sebagai sebuah nilai, interpretasi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah hal yang mutlak selalu dibutuhkan, seiring dengan perkembangan jaman.

Menurut Soekarno, nilai-nilai yang ada dalam Pancasila, merupakan nilai-nilai yang digali dari kekayaan budaya bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia telah mempunyai nilai-nilai Ketuhana, Kemanusia, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan sejak ribuan ratusan tahun yang lampau, ketika negara Indonesia belum berdiri. Nemun demikian setelah 62 tahun merdeka keraguan terhadap Pancasila mulai bermunculan. Keraguan ini terkait dengan kenyataan bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia semakin jauh dari nilai-nilai Pancasila tersebut. Banyak kalangan yang menyatakan bahwa nilai-nilai dalam Pancasila dianggap terlalu ideal sehingga sangat sulit untuk dapat dipraktekkan pada kehidupan sehari-hari. Pada masa Orde Baru nilai-nilai Pancasila sudah pernah untuk dicoba diterjemahkan menjadi norma yang lebih operasional seperti termaktub dalam Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P4). Namun demikian pemberlakuan standart operasional dan teknis seperti yang tercantum dalam P4, tidak juga dapat menjadikan manusia Indonesia lebih berPancasila. Korupsi, kolusi dan nepotisme justru merajalela bahkan mendarah daging dalam benak manusia Indonesia. Hal ini tentu saja memberikan dampak pada rusaknya moralitas sebagian manusia Indonesia.

Dengan latar belakang pemikiran tersebut, maka pembahasan Pancasila berdasar perspektif filsafat moral merupakan satu hal yang dapat dilakukan, untuk mengkaji kembali kembali pentingnya nilai-nilai moral yang ada dalam Pancasila. Apakah pembicaraan ini masih menarik, mengingat banyak ahli sudah pernah melakukan pengkajian tersebut. Tentu saja, mengingat, tulisan ini akan membahas nilai-nilai Pancasila dari sudut tinjauan yang mengkhususkan diri pada Etika Keutamaan.

Tulisan selengkapnya dapat disimak disini

Hastanti Widy Nugroho
Dosen Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada

9 thoughts on “Etika Keutamaan Dalam Nilai-Nilai Pancasila”

  1. Sebagai dasar negara akan kuat bila dasar tersebut berasal dari dan berakar pada diri bangsa yang bersangkutan. Bangsa Indonesia mempunyai dasar negara yang bukan jiplakan dari luar akan tetapi asli Indonesia. Dengan kata lain unsur-unsur pancasila telah dimiliki oleh bangsa sejak dahulu. Unsur-unsur Pancasila terdapat di dalam berbagai agama, kepercayaan, bangsa, adat-istiadat, serta kebudayaan indonesia pada umumnya. Oleh karena itu di dalam agama, kepercayaan, adat-istiadat dan kebudayaan tersebut terkandung nilai-nilai antara lain nilai moral maka pancasila juga mengandung nilai moral dalam dirinya. Oleh karena itu, dengan melalui pendekatan etika kita akan memahami mendalam tentang Pancasila, melalui pendekatan ini akan dapat kita ketahui apakah Pancasila cukup bernilai etik. Dalam hal ini titik beratnya bukanlah mengenai ajaran moral Pancasila, akan tetapi bagaimana Pancasila dilihat dari kacamata etika.

    Berkenaan Pancasila sebagai Sistem Etika, kita menyadari bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan satu kesatuan antara untaian sila dengan sila lainnya.Setiap sila mengandung makna dan nilai tersendiri. Masalah etika merupakan masalah yang makin mendapat perhatian di dunia, bahwa cita-cita Pancasila untuk membangun Indonesia dari berbagai aspek.Selain sebagai sebuah ideologi. Pancasila juga memperhatikan nilai, norma, etika, moral bangsa Indonesia.

    Masyarakat Indonesia kehilangan jati diri.Citra bangsa ini sebagai bangsa yang besar dan ramah semakin memudar.Budaya ketimuran berubah dengan cepat menjadi kebaratan. Hal ini memang tidak berlaku hanya di Indonesia.Banyak bangsa-bangsa timur yang budayanya tergesar oleh budaya barat.Pernyataan di atas bukan berarti antipati kepada budaya barat.Karena budaya barat juga memiliki kebaikan-kebaikan tersendiri.Namun citra kesantunan dan keramahan budaya timur yang khas itu sendiri yang patut dipertahankan.

    Etika tidak lah cukup didefinisikan atau digeneralisir dari masalah keramahan dan kesantunan saja.Masih banyak lagi permasalahan yang berkaitan dengan etika.Cakupan etika sangatlah luas. Pancasila sebagai sistem etika, maka nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila diaplikasikan ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai wujud etika sesungguhnya.Dengan demikian dapat dipahami, bahwa Pancasila memiliki peranan penting bagi bangsa ini dalam pembangunan bangsa dan pembangunan jiwa bangsa ini.

  2. Banyak kalangan yang menyatakan bahwa nilai-nilai dalam Pancasila dianggap terlalu ideal sehingga sangat sulit untuk dapat dipraktekkan pada kehidupan sehari-hari. Pada masa Orde Baru nilai-nilai Pancasila sudah pernah untuk dicoba diterjemahkan menjadi norma yang lebih operasional seperti termaktub dalam Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasila (P4).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*